Tel: (021) 75791260 Email: helpdesk@bppt.go.id

KUNJUNGAN KERJA KE PT DOK DAN PERKAPALAN KODJA BAHARI

Pada 29 April 2019, tim Kajian Industri Manufaktur Transportasi Darat dan Kemaritiman PPIMTE mengadakan kunjungan ke PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari, Persero guna melakukan survei mengenai kemampuan teknologi, TCH dan TKDN dari industri kemaritiman.

Tim diterima oleh perwakilan pimpinan bagian Operasional PT DKB, Bapak Agus yang ditemani oleh Bapak Dwi Iswandi dan Bapak Atmoko dari bagian Business Development.

Dalam diskusi, disampaikan beberapa hal mengenai profil umum PT DKB. Selain itu, sasaran utama dari diskusi adalah untuk menggali informasi mengenai hal-hal yang terkait technology clearing house (TCH) dan juga mengenai kemampuan TKDN dari industri yang dilakukan oleh PT.DKB.

Beberapa hal mengenai TCH/ kemampuan teknologi dan sistem produksi didapat data bahwa PT DKB dalam pengerjaan kapal di galkap Kodja Bahari di subkontrakkan ke pihak ketiga. Oleh karena itu jumlah SDM di DKB (Dok dan Kapal Kodja Bahari) tidak terlalu banyak karena pembuatan kapal tidak dilakukan sendiri. Sedangkan dari alat produksi di galangan kapal masih manual belum otomatisasi. Masih menggunkan mesin CNC. Sistem produksi yang dilakukan adalah sistem blok. Sedangkan dilihat dari usia kapal yang diproduksi rata-rata 20 tahun, bisa mencapai 40 tahun tergantung perawatan.

Sedangkan hal-hal yang berkaitan dengan TKDN diantaranya didapat data sebagai berikut: 1) Penilaian TKDN untuk kapal pengadaan pemerintah (mis. KKP) dilakukan oleh pihak ketiga, yaitu Sucofindo. Untuk kapal pesanan swasta pernyataan TKDN dilakukan melalui penilaian sendiri dan tidak ada verifikasi dari pihak-pihak terkait; 2) Besarnya TKDN kapal sekitar 30-40% persen, namum bila penilaian dilakukan secara obyektif, hasilnya akan menunjukkan sekitar 20%; 3) Komponen yang sudah bisa diproduksi di dalam negeri antara lain:Interior (mebel), Propeller (bagian dari propulsi), Jangkar (di bawah 2 ton); 4) Sedangkan komponen yang berpotensi diproduksi di dalam negeri: pompa, selama ini belum ada untuk marine, Panel listrik, dan Pemasok mesin; 5) Vendor besar kapal adalah untuk plat dan las; 6) Industri pengecoran logam di Tegal mampu memproduksi beberapa komponen kapal (jendela) dengan kualitas yang cukup bagus; 7) Packing karet palka kapal produksi Cirebon dan Bandung sudah bagus dan berpotensi untuk digunakan oleh galangan kapal; 8) Industri komponen dalam negeri belum berkembang karena volume komponen untuk produksi kapal belum banyak dan belum mencapai skala ekonomis

Statistik Pengunjung

5.png0.png4.png3.png2.png
Today10
Yesterday73
This week236
This month1876
Total50432

Facebook PPIMTE

Twitter PPIMTE

Instagram PPIMTE