Tel: (021) 75791260 Email: helpdesk@bppt.go.id

MENUJU ERA KENDARAAN LISTRIK

Industri otomotif dunia akan beralih dari mobil konvensional ke mobil listrik yang terbukti lebih ramah lingkungan dan lebih efisien. Akankah Indonesia turut andil mengambil peran dalam pengembangan Mobil Listrik? Pekan ketiga bulan April PPIMTE menyelenggarakan konsinyering dengan mengundang salah satu pakar industri otomotif Ir. Puryanto. beliau berpengalaman kurang lebih 30 (tiga puluh) tahun dibidang otomotif, pernah bekerja di DENSO Automotive Components selama hampir 10 (sepuluh) tahun, hampir 20 (dua puluh) tahun di MAZDA dan HYUNDAI Sole Distributor Indonesia. Beliau juga menjadi konsultan untuk industri otomotif yang relatif masih baru pengembangannya di Indonesia, seperti: FAW, FOTON, WULING, SINO, DONG FENG, KAMAZ, CHANA, Hyundai dan juga JEEP-CHRYSLER.

Dalam kesempatan ini Ir Puryanto menyampaikan 4 (empat) poin penting didalam mempersiapkan/menerapkan industri mobil listrik, antara lain:

  1. Kebijakan pemerintah terhadap kendaraan listrik,
  2. pemilihan jenis produk terkait dengan infrastruktur,
  3. Pabrikasi (Local Contents )
  4. Marketing & Distribusi

Kebijakan pemerintah meliputi UU, PP, Perda, perpajakan, rebate/subsidiary, Industrial license, Homologation, standarisasi yang berada dibawah kementerian terkait seperti Perindustrian, Perdagangan, Perhubungan, Keuangan, Dalam Negeri, korlantas, Pekerjaan Umum, ESDM, BKP, BAPPENAS, BSNI, serta peraturan yang tertuang didalam Perda dan Pergub. Dinegara lain, konversi energi dilakukan dengan beberapa alasan, Argentina, Brazil, Pakistan dan India beralasan bahwa secara ekonomi hal tersebut dapat mengurangi biaya operasional, alokasi anggara, stabilitas harga minyak serta konservasi dan ketersediaan minyak. US, Canada, Swedia, Belanda, Jepang, Korea dan China beralasan bahwa dengan penerapan konversi energi dapat mengurangi emisi gas buang didaerah perkotaan. Hal ini juga didasari dengan adanya kyoto protocol. Indonesia pun pasti memiliki alasan kuat dalam upaya penerapan konversi energi ini sehingga pemerintah dalam hal ini sebagai regulator harus mampu menentukan kebijakan yang tepat, guna menumbuhkan perekonomian khususnya pada sektor manufaktur otomotif yang industrinya dapat dikerjakan didalam negeri.

Pemilihan jenis produk juga menjadi perhatian dalam pengembangan industri otomotif dalam negeri, pasalnya jenis produk akan mempengaruhi komponen apa saja yang nantinya harus dikuasai dan diproduksi baik yang sudah ada saat ini Internal Combustion Engine (ICE), Hybrid maupun Pure Electric. Sistem kendaraan listrik diantaranya:

  1. Baterai
  2. Motor/Invertor
  3. Gearbox
  4. Chassis Frame
  5. Rear Suspension
  6. Sistem Pengereman
  7. Rear Axle
  8. Cabin

Industri dalam negeri yang tengah mengembangkan motor listrik salah satunya ialah PT Pindad, tentunya harus disesuaikan dengan pengembangan produk kendaraan listrik dalam negeri. Perguruan tinggi seperti UNS bekerjasama dengan PT Pertamina juga telah mengembangkan baterai lithium guna memenuhi salah satu komponen utama kendaraan listrik. Industri - industri pendukung lain juga harus disiapkan guna menyongsong konversi energi yang perubahannya cukup dinamis. Pusat Pengkajian Industri Manufaktur, Telematika dan Elektronika dalam hal ini harus mampu memetakan serta menggambarkan arah pengembangan industri kendaraan listrik serta memberikan rekomendasi terkait kebijakan teknologi kepada kementerian ataupun pihak strategis pemangku kepentingan, sehingga dalam penerapannya memberikan dampak serta manfaat positif, memanfaatkan SDA dan SDM lokal secara optimal guna kepentingan pemajuan industri merah putih serta kemajuan bangsa pada umumnya.

Statistik Pengunjung

3.png7.png6.png6.png6.png
Today21
Yesterday81
This week548
This month360
Total37666

Facebook PPIMTE

Twitter PPIMTE

Instagram PPIMTE